Seringkali kita mengalami kebimbangan, bagai makan buah simalakama… Kalo Intan Nuraini menyebutnya “Dilema”, akan tetapi setiap perbuatan itu memiliki 2 sisi parameter yang nyaris sama, tapi jauh dan sangat amat jauh berbeda…
Dua hal itu adalah Baik dan Benar
Contoh nya nih…
- Melepas pacar tercinta demi orang tua, itu adalah baik, namun itu tidak lah benar
- Memberi uang pengemis anak2 itu hal baik tetapi tidak benar
Lalu, pertanyaannya adalah, mana yang harus kita utamakan??? Baik? atau Benar? Menjawab hal ini, maka hal yang senada adalah bahwasanya di dalam kitab suci al-quran diungkapkan sebagai hal-hal yg bersifat benar dan membenarkan, untuk mencapai kebaikan.
Jad, tentu saja, kita harus mengutamakan kebenaran terlebih dahulu, krn benar itu hal mutlak, namum baik itu relatif, tergantung situasi dan kondisi. Tul gak teman-teman???
Prinsip gw, yang benar belom tentu baik, dan yang baik belom tentu benar… Gw setuju, semua tergantung situasi.
Contoh… waktu jaman kelaparan pada masa Umar Bin Khattab, ada seseorang mencuri untuk makan, nahh Umar tidak menghukumnya. Padahal kan harus dihukum tuh kalo orang mencuri. Menghukum merupakan tindakan yang benar tapi bukan berarti itu baik.
Comment by Rizli — January 15, 2008 @ 6:53 pm
Melepas pacar demi ortu itu baik? tapi tidak benar? kata siapa Dims?
Baik dan benar menurut apa? Nilai “baik” dan “benar” menurut manusia belum tentu sama menurut manusia yang satu dengan yang lainnya. Bahkan menurut manusia yang sama sekalipun nilai “baik” dan “benar” bisa jadi berubah seiring perjalanan waktu. Seharusnya nilai-nilai yang dipakai ya dari sumber yang tidak pernah berubah dan mengandung kebenaran yang mutlak.
Comment by Habib — March 31, 2008 @ 2:02 pm