Didims’s Weblog

January 5, 2008

Inovasi Mematahkan Tuduhan Menjiplak bahkan Mencuri Code!

Filed under: All About — Tags: , , , , , , , — didims @ 8:47 pm

Waaaaaduuhh… sungguh hal yang menyebalkan ketika hasil karya inovasi dikatakan sebuah jiplakan atau dituduh mencuri source code program. Ketika dgn kata2 tak bisa, maka klarifikasi tertulis mutlak diperlukan.

Beberapa bulan yang lalu, tuduhan tak berdasar kuat (yg mendekati fitnah) saya terima. Untungnya banyak teman2 saya yg memberitahukan perihal email hujatan ini tersebar ke milis2, dan pengecutnya email ini tidak di CC ke saya alias beredar secara undergound tanpa klarifikasi. Efeknya luar biasa, aliran email dan komentar terus mengalir sampai saat ini. Ya, semua tentang software mark reader, yg notabene hanya 1 dari sekian banyak software yg sy buat tidak lebih dari 4 bulan saja.

Begini potongan yg tertulis di milis, di posting oleh Arif Rahmat, Pembuat/Dedengkot DMR :

Sudah lama kami tidak menyebut ITB dalam setiap media yang berbau pemasaran, tapi rasanya panas juga kuping ini mendengar nama ITB tercoreng (oleh produk kacangan) dan DMR menjadi tertuduhnya. BTW, produk ITB itu apa sih? Apakah riset yang dilaksanakan di ITB, atau hasil pekerjaan alumnus ITB? Soalnya (sekalian menjawab pertanyaan Bung Rudi di thread satu lagi) SMR dibuat setelah Dimas (IF 00) udah lulus dari ITB. Dulu ketika awal DMR dipasarkan, Dimas dipercaya Pak Iping (IF) untuk memasarkan produk ClickReport sekalian TA sama beliau. Entah karena jualannya kurang berhasil, atau usahanya kurang rajin, tiba-tiba dia kabur tak jelas ke mana, kabarnya lari ke Surabaya (tahun 2005).

Intinya, SMR itu muncul sebagai saingan DMR. Entah dulu dapat bocoran source code atau nggak (karena peluang memang ada), yang jelas mereka tinggal meniru, bukan merancang dari awal. Entah apa ada unsur balas dendam ke Pak Iping gitu?

Duh… tuduhannya kasar banget… Saya memaafkan, tetapi tidak melupakan! Waktu berputar, teknologi berkembang, produk suatu saat pasti akan mati tergilas inovasi, sebagaimana opscan dgn teknologi sensor infrared yang tergilas scan image ini, tetapi roda bisnis justru harus semakin berkembang, mungkin saat ini adalah saingan, besok adalah rekanan.

Tak ada cara lain bagi saya untuk membuktikan, bahwa SMR adalah karya inovasi dan bukan menjiplak, apalagi mencuri source code. Satu2nya cara adalah dengan mempublish hal ini.

Gambar LJK DMR Ukuran A5 – File *.gif dirotasi dgn software ACD Foto Canvas

Gambar Hasil Pembacaan :

Keterangan : Gbr ini menunjukkan pembacaan file gambar LJK DMR (Digital Mark Reader) yang dirotasikan pada berbagai sudut, dimana Justru DMR Belum Mampu Memberikan Tingkat Akurasi Seperti Ini Pada Format LJK nya Sendiri. SMR hanya menggunakan 4 kotak pojok dan 1 kotak penanda samping, tanpa menggunakan garis tebal persegi pada frame LJK nya.

Maaf, saya blak-blak an krn kesal… jika ini ironis… ini hanya usaha sy memadamkan api yg disulut!

Oya, satu lagi, SMR tidak pernah menggunakan ITB sbg media promosi, tp orang2 menyebutnya buatan Orang/Alumni ITB, benar kan? yang jelas… ITB besar krn kiprah alumni2nya… Jd seandainya pun bilang buatan ITB, apa salahnya?

13 Comments »

  1. Maju terus masss….

    Comment by Rizli — January 5, 2008 @ 9:06 pm

  2. Kudukung dirimu 100% Ndut. Mengingat segala perjuanganmu. Dengan berbongkah2 jeruk mandarin tanpa mau berbagi+pc/laptop+fotomu & cewekmu di atas mejamu dan sampah2 di kamarmu akhirnya kamu berhasil mengembangkan software barumu dan menjadi lulusan terkaya di if2k:-)
    Maju terus pantang mundur buat Genduttttttttt !!!!

    Comment by ika — January 6, 2008 @ 2:54 am

  3. Dimas ngeri banget! Ayo terus berinovasi! :D

    Comment by Habib — January 6, 2008 @ 9:49 am

  4. Mantap Dim, maju terus…

    Ntar kalo ada proyek yang butuh softwaremu, boleh beli pake harga diskon kan ?? :D

    Comment by donnykurnia — January 6, 2008 @ 10:03 am

  5. Maju tak gentar tok no!

    oio, Mas, endi komisiku? :P

    Comment by yudha — January 6, 2008 @ 3:52 pm

  6. Percoyo lah karo si gendut iki.
    Tapi kok ga pernah ono traktiran SMR yo …???

    Comment by Iwan BK — January 7, 2008 @ 2:01 am

  7. Maju terus diiiiiiiiiiiiiiiiiimm…. Klo emang bener sapa takut… !!!

    Comment by puz — January 7, 2008 @ 3:47 am

  8. Halo Dimas, saya ingin ketemu langsung nih dengan kamu. ramai sekali polemik ini saya dengar, jadi berlarut-larut gitu lho…

    Comment by rinaldimunir — March 25, 2008 @ 9:18 am

  9. SMR oke banget buat sekolah menengah Mas. Harga bisa miring ga nih….tks…. inovasi bukan merupakan sesuatu yang baru, tetapi dari sesuatu yang sudah dikembangkan dahulu. Dan ini sudah sangat pasti tidak masuk dalam kategori JIPLAKAN. Dalam penelitian biasanya dikenal dengan State of The Art….. SELAMAT DAN SUKSES

    Comment by Taufik Asmiyanto — March 27, 2008 @ 1:43 am

  10. Dim , jangan percaya omongan si Ika …ups ….si orang lain maksudku :-)

    Comment by no name — April 1, 2008 @ 5:39 am

  11. eh si puz cuma bisa bilang , “sapa takut” …..”siapa kite gitu loch”

    Comment by no name — April 1, 2008 @ 1:38 pm

  12. podo if-e kok tukaren seh, sak jago-jagone gawe software pasti ada yang lebih jago bikin hal yang sama.ide itu turun dari langit ke bumi ga cuma buat satu orang.

    kalo emang bener bikin sendiri ya maju aja terus, asu gonggong, pengusaha jalan terus :)

    Comment by py — June 26, 2008 @ 5:20 am

  13. ya wis..pokoke jangan lupa olahraga dim, biar ndak tambah lemu…:p

    Comment by alfin b — July 21, 2008 @ 1:45 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.